Thursday, November 29, 2012

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MENGGUNAKAN GATEWAY PADA JARINGAN KOMPUTER



KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MENGGUNAKAN GATEWAY PADA JARINGAN KOMPUTER 
 
A. KEUNTUNGAN
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersamasama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan dimesin yang lain bisa digunakan.
3. Menghemat uang, Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
4. Hardware sharing, Bagi pakai hardware secara bersama-sama. Dengan adanya
fasilitas jaringan kemudian menggunakan alat yang bernama printer server. maka sebuah printer laser berwarna yang mahal sekali harganya dapat dipakai secara bersama-sama oleh 10 orang pegawai. Begitu pula halnya dengan scanner, Plotter, dan alat-alat lainnya.
5. Keamanan dan pengaturan data, komputer dalam sebuah lingkungan bisnis, dengan adanya jaringan tersebut memungkinkan seorang administrator untuk mengorganisasi data-data kantor yang paling penting. Dari pada setiap departemen menjadi terpisah-pisah dan data-datanya tercecer dimana-mana. Data penting tersebut dapat di manage dalam sebuah server back end untuk kemudian di replikasi atau dibackup sesuai kebijakan perusahaan. Begitu pula seorang admin akan dapat mengontrol data-data penting tersebut agar dapat diakses atau di edit oleh orang-orang yang berhak saja.
6. Ke-stabilan dan Peningkatan performa komputasi, Dalam kondisi tertentu, sebuah jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan performa keseluruhan dari aplikasi bisnis, dengan cara penugasan komputasi yang di distribusikan kepada beberapa komputer yang ada dalam jaringan.

B. KERUGIAN
1. Biaya yang tinggi kemudian semakin tinggi lagi. pembangunan jaringan meliputi berbagai aspek: pembelian hardware, software, biaya untuk konsultasi perencanaan jaringan, kemudian biaya untuk jasa pembangunan jaringan itu sendiri. Infestasi yang tinggi ini tentunya untuk perusahaan yang besar dengan kebutuhan akan jaringan yang tinggi. Sedangkan untuk pengguna rumahan biaya ini relatif kecil dan dapat ditekan. Tetapi dari awal juga network harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada biaya overhead yang semakin membengkak karena misi untuk pemenuhan kebutuhan akan jaringan komputer ini.
2. Manajemen Perangkat keras Dan Administrasi sistem : Di suatu organisasi perusahaan yang telah memiliki sistem, administrasi ini dirasakan merupakan hal yang kecil, paling tidak apabila dibandingkan dengan besarnya biaya pekerjaan dan biaya yang dikeluarkan pada tahap implementasi. Akan tetapi hal ini merupakan tahapan yang paling penting. Karena Kesalahan pada point ini dapat mengakibatkan peninjauan ulang bahkan konstruksi ulang jaringan. Manajemen pemeliharaan ini bersifat berkelanjutan dan memerlukan seorang IT profesional, yang telah mengerti benar akan tugasnya. Atau paling tidak telah mengikuti training dan pelatihan jaringan yang bersifat khusus untuk kebutuhan kantornya.
3. Sharing file yang tidak diinginkan : With the good comes the bad, ini selalu merupakan hal yang umum berlaku (ambigu), kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan.
4. Aplikasi virus dan metode hacking : hal-hal ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, mengakibatkan network down dan berhentinya pekerjaan. Permasalahan ini bersifat klasik karena system yang direncanakan secara tidak baik. Masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab keamanan jaringan.

sumber :
 google.com 

Tipe dan Keamanan Firewall



Konsep firewall
Firewall  itu sendiri digunakan untuk mencegah akses yang tidak berhak ke suatu jaringan sehingga ada suatu mekanisme yang bertujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu hubungan (dari luar kedalam atau dari dalam ke luar).

Teknik Yang Digunakan :
  • Service control (kendali terhadap layanan)
Berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya. Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri , seperti layanan untuk web ataupun untuk mail.
  • Direction Control (kendali terhadap arah)
Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
  • User control (kendali terhadap pengguna)
Berdasarkan pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar,tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.
  • Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)
Berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam.

Tipe Firewall :
1. Rules Based Firewall
Rule Firewall dibuat agar sesuai dengan aturan yang telah dibuat.
Dua pendekatan aturan :
  • Default allow
Mengijinkan semua lewat kecuali yang terdaftar
  • Default deny
Semua dilarang lewat kecuali yang terdaftar

2. Packet Filtering
Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut, pada tipe ini packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan , atau di tolak. Penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk menyaring packet yang akan di transfer secara dua arah (baik dari atau ke jaringan lokal).

3. Aplication Level Gateway (Proxy Firewall)
Application-level Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi.
Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, dll.

Keamanan Firewall
Kebijakan jaringan yang diterapkan dalam firewall menyediakan beberapa jenis perlindungan, antara lain :
1. Memblok lalu lintas yang tidak diinginkan
2.Trafik network yang langsung ke internal network seharusnya dapat lebih di percaya
3. Menyembunyikan titik yang rentan dan agak sudah diamankan dari ancaman eksternal
4. Mencatat lalu lintas keluar dan dari jaringan LAN.


sumber:
google.com

Firewall



 Firewall
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Ada beberapa fungsi Firewall diantaranya: 


1. Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan Firewall harus dapat mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
1. Alamat IP dari komputer sumber
2. Port TCP/UDP sumber dari sumber.
3. Alamat IP dari komputer tujuan.
4. Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
5. Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
2. Melakukan autentifikasi terhadap akses.

3. Aplikasi proxy Firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protokol aplikasi tertentu yang spesifikas.
 

Komponen Sistem Firewall
Firewall dapat berupa PC, router, midrange, mainframe, UNIX workstation, atau gabungan dari yang tersebut diatas.Firewall dapat terdiri dari satu atau lebih komponen fungsional sebagai berikut :
  - Packet-filtering router
  - Application level gateway (proxy)
  - Circuit level gateway  

Contoh Tipe Firewall
Firewall terdiri dari satu atau lebih elemen software yang berjalan pada satu atau lebih host.
Tipe-tipe firewall adalah  sebagai berikut:
  - Packet-filtering Firewall
  - Dual-homed Gateway Firewall
  - Screened Host Firewall
  - Screened Subnet Firewall

Packet-filtering Firewall 
 •Terdiri dari sebuah router yang diletakkan diantara jaringan eksternal dan jaringan internal yang aman. 
 •Rule Packet Filtering didefinisikan untuk mengijinkan atau menolak traffic.

Dual-homed Gateway Firewall
•Dual-home host sedikitnya mempunyai dua interface jaringan dan dua IP address.
•IP forwarding dinonaktifkan pada firewall, akibatnya trafik IP pada kedua interface tersebut kacau di firewall karena tidak ada jalan lain bagi IP melewati firewall kecuali melalui proxy atau SOCKS.
•Serangan yang datang dari layanan yang tidak dikenal akan diblok. 

Screened Host Firewall 
•Terdiri dari sebuah packet-filtering router dan application level gateway
•Host berupa application level gateway yang dikenal sebagai “bastion host”
•Terdiri dari dua router packet filtering dan sebuah bastion host

Screened Subnet Firewall 
•Menyediakan tingkat keamanan yang tinggi daripada tipe firewall yang lain
•Membuat DMZ(Demilitarized Zone) diantara jaringan internal dan eksternal,sehingga router luar hanya mengijinkan akses dari luar bastion host ke information server dan router dalam hanya mengijinkan akses dari jaringan internal ke bastion host 
 •Router dikonfigurasi untuk meneruskan semua untrusted traffic ke bastion host dan pada kasus yang sama juga ke information server. 
  

sumber :
google.com

LAN dan WAN



  LAN
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.        Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2.         Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3.        Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Keamanan LAN
TINGKAT KEPERCAYAAN
Pada pengaksesan LAN ada 3 tingkat kepercayaan yaitu :
1.      Pengguna yang paling terpercaya (Most trusted User)
Pengguna ini berada pada area INTRANET
2.      Pengguna kurang terpercaya (less trusted User)
Berasal dari INTRANET atau external yang mungkin menggunakan layanan email atau web
3.      Pengguna yang paling tidak dapat dipercaya (Least trusted User)
Pengguna yang tidak berkepentingan, biasanya mereka hanya membaca dan membrowsing dari internet tanpa ada maksud tertentu. Tentu saja sebagian dari mereka akan mengecek resource dan berusaha mencuri beberapa data.

Security Policy
Tujuan fundamental dari kebijakan keamanan LAN adalah memudahkan user yang mempunyai akses untuk mengambil sumber daya jaringan tanpa adanya interupsi dan memblok user yang tidak berkepentingan.
Fungsi sebuah security policy yang baik adalah :
1.      Menunjuk seorang network security administrator yang handal dan dapat dipercaya sehingga mampu menangani kebutuhan user
2.      Mengatur hirarki kebijakan keamanan agar dapat mencerminkan struktur perusahaan dan datanya secara jelas
3.      Mengembangkan kebijakan terhadap remote akses
4.      Menyediakan satu set prosedure dalam menangani insiden yang terjadi, semacam contogency plan.

  WAN
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

Ancaman terhadap keamanan LAN / WAN
Ancaman terhadap keamanan LAN / WAN dapat dikategorikan dalam 3 kelompok besar yaitu (1) ancaman dari orang; (2) ancaman dari virus dan malware; serta (3) ancaman secara fisik.
A. Ancaman dari orang
Ternyata ancaman terhadap keamanan LAN / WAN yang paling sering terjadi yang mengakibatkan kerusakan/gangguan lebih besar dan berbiaya lebih mahal adalah akibat faktor manusia. Sebagian besarnya terutama adalah “orang dalam”, seperti karyawan yang membuat kesalahan karena kelalaian dan karyawan yang tidak jujur atau tidak puas. Hanya sebagian kecil saja yang diakibatkan oleh “orang luar” seperti hackers, kompetitor dan/atau organisasi lain.

1. Kesalahan pengadministrasian sistem : mencakup kesalahan set-up, konfigurasi, administrasi atau pengoperasian sistem LAN, kelalaian mem-back-up dan pengendalian akses yang lemah. Hal ini berpotensi menimbulkan hilangnya kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data.
2. Kesalahan pengoperasian PC : mencakup semua kelalaian dan kesalahan yang dilakukan saat pengoperasian PC / LAN, seperti penggunaan log-on / password yang tidak pada tempatnya, menghapus file secara tidak sengaja atau back-up yang tidak sempurna. Hal ini berpotensi menimbulkan hilangnya nilai kerahasiaan data dan menurunkan kemampuan sistem.
3. Kesalahan pemrograman software : mencakup semua bugs, ketidak-kompatibelan dan masalah lain yang berhubungan dengan pembangunan atau pemeliharaan LAN. Hal ini berpotensi menimbulkan degradasi, gangguan dan penurunan kemampuan LAN.
4. Pengungkapan data secara tidak tepat : dapat didefinisikan sebagai informasi yang telah hilang nilai kerahasiaannya dalam LAN tanpa mendapat sanksi yang sesuai, seperti akibat kecerobohan atau akibat kecelakaan. Hal ini berpotensi menimbulkan terlanggarnya kebijakan dan peraturan yang dibuat, terbatasnya hak akses individu, mempermalukan organisasi serta dapat menghilangkan kepercayaan para pemegang saham.
5. Penggunaan sumberdaya secara tidak tepat : mencakup pengkaryaan sumberdaya organisasi secara ilegal dan/atau menggunakan sumberdaya diluar organisasi kedalam jaringan internal. Hal ini berpotensi menyebarkan virus dan pelanggaran hak cipta.
6. Penipuan dan penggelapan : misalnya penghapusan catatan aset perusahaan secara ilegal melalui pemalsuan/manipulasi kontrol internal, file atau data, menggunakan jaringan LAN. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan pembayaran kepada pihak lain dan kerugian keuangan.
7. Memodifikasi data : yang dimaksud adalah perubahan data secara ilegal, dengan motivasi keuntungan pribadi, fanatisme, perasaan frustasi terhadap tugas-tugas, atau sabotase. Risiko paling tinggi datang dari karyawan yang tidak puas. Hal ini berpotensi menimbulkan hilangnya keutuhan data dan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
8. Perubahan software : yang dimaksud adalah penggantian software secara ilegal dengan motivasi ketidakpuasan, keuntungan pribadi atau perasaan frustasi terhadap tugas. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan dalam menjalankan proses dan menurunkan kualitas produksi.
9. Pencurian aset komputer : meliputi penghapusan data secara ilegal dan pencurian hardware atau software komputer. Hal ini berpotensi menimbulkan hilangnya data-data penting dan rahasia perusahaan.

B. Ancaman dari virus dan malware
Virus komputer saat ini telah sangat banyak baik macam, bentuk dan cara penyebarannya. Menimbulkan kerusakan yang serius dan seringkali tidak terduga terhadap sistem, data maupun program. Virus komputer bekerja dengan 2 prinsip yaitu meng-copy diri sendiri, dan kemudian menginfeksi komputernya sebelum mengeksekusi perintah program yang ada dalam virus tersebut. Perintah program dalam virus tergantung dari tujuan si pembuat virus itu, bisa langsung tereksekusi untuk merusak ataupun menunggu saat/peristiwa tertentu.
Program jahat yang sejenis dengan virus adalah trojan horse dan network worm. Secara umum disebut software jahat atau malware (malicious software). Program ini sering dibuat sebagai masquerade, yaitu seolah-olah program yang berguna, sehingga user sering tergoda untuk meng-copy dan menggunakannya secara bersama-sama. Menggunakan program antivirus yang baik akan meminimalisir serangan virus dan menghambat penyebarannya.

C. Ancaman secara fisik
Ancaman secara fisik terhadap keamanan LAN / WAN secara umum dikelompokkan :
1. Gangguan / terputusnya arus listrik : terputusnya arus listrik (walaupun sebentar) yang tiba-tiba atau ketidak-stabilan (lompatan) arus listrik dapat mengakibatkan terganggunya operasional LAN. Berpotensi mengakibatkan kerusakan komponen komputer, input data, serta akibat lainnya karena sistem tiba-tiba shutdown.
2. Kerusakan hardware : mencakup semua jenis kegagalan komponen komputer/LAN, misalnya disk crashes, kipas pendingin rusak atau kerusakan port. Berpotensi mengakibatkan kerusakan dan hilangnya keutuhan data, processing time terganggu, pelayanan LAN terhambat serta penurunan kemampuan.
3. Kerusakan akibat api atau air : bencana banjir atau kebakaran yang melanda ruangan/bangunan tempat sistem berada akan merusak semua aset dan sumberdaya LAN. Potensi kerugiannya sangat besar dan untuk memulihkannya membutuhkan biaya, tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Memiliki Computer Emergency and Recovery System Plan akan membantu mereduksi biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pemulihan.
4. Ancaman secara fisik lainnya : meliputi cuaca buruk misalnya suhu udara yang terlalu panas, terlalu lembab, tetesan air atau kontaminasi kimia; serangan secara fisik misalnya ledakan bom, serangan teroris, sabotase, kerusuhan atau vandal; dan bencana alam misalnya sambaran petir, gempa atau gunung meletus.

sumber :
google.com